Follow ya kak

Refleksi Hari Baden Powell ke-164: Pramuka Harus Selalu “Be Prepared” dan Menciptakan Dunia yang Lebih Baik

23/02/2021
Kategori:
Waktu baca : 3 menit

Peringatan Hari Baden Powell ke-164 tingkat nasional tahun 2021 diselenggarakan secara sederhana dengan pusat kegiatan di Aula Pusat Pendidikan Latihan Gerakan Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, pada Senin (22/02/2021).

Acara yang diselenggarakan di luar jaringan (Luring) dan dalam jaringan (Daring) yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar Utomo, SIP, MAP.

Acara diisi dengan refleksi yang dibacakan oleh pelatih senior Pusdiklatnas, Kak Alfian Amura. Dalam refleksinya, purna Dewan Kerja Nasional dan mantan Chairman Scout Programme di Asia Pacific Region (APR) itu mengungkapkan sejumlah pesan penting pendiri gerakan kepanduan dunia Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, yang dikutip dari buku-bukunya yang terkenal, antara lain Scouting for Boys , Rovering to Success, dan Scouting Round the World.

“Baden Powell salah satunya terkenal dan mendunia dengan slogan Bersiaplah, yang maknanya bahwa seorang pandu atau Pramuka tidak pernah terkejut; dia tahu apa yang harus dilakukan ketika sesuatu yang tak terduga terjadi, ”ujar Kak Alfian.

Sementara itu, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn) Drs. Budi Waseso, dalam amanat tertulis yang dibacakan Sekjen Kwarnas, juga menyampaikan beberapa hal yang terkait dengan perjuangan Baden Powell membimbing anak-anak muda di dunia dengan tujuan menjadikan dunia yang lebih baik.

“Banyak warisan berharga dari Baden-Powell yang kita peringati tanggal kelahirannya, 22 Februari ini. Salah satu kutipan kata-katanya yang paling populer, bila dimasukkan ke dalam Bahasa Indonesia berbunyi, ”cobalah atau berusahalah dan tinggalkan dunia ini lebih baik ketika kamu menemukannya”.

Pesan tersebut menurut Ka Kwarnas, artinya kita sebagai Pramuka harus berusaha menjadikan dunia ini lebih baik dibandingkan keadaannya sewaktu kita.

Sejalan dengan masa ketika Baden-Powell hidup antara 1857 sampai 1941. Berbagai perang besar terjadi, termasuk Perang Dunia I dan menjelang Perang Dunia II. Keadaan dunia porak-poranda, membuat Baden-Powell berpikir sudah sepatutnya anak-anak dan remaja dididik untuk lebih menghargai tempat mereka hidup, dengan melakukan berbagai upaya agar manusia dapat hidup nyaman, aman, dan dalam suasana damai penuh persaudaraan.

“Itulah juga, slogan gerakan kepanduan atau kepramukaan sedunia bila ke dalam Bahasa Indonesia adalah” Para Pramuka, membantu menciptakan dunia yang lebih baik ”, lanjut Ka Kwarnas.

Meski demikian, Ka Kwarnas menambahkan, kondisi dunia saat ini memang sudah berbeda ketika zaman Baden-Powell hidup. Perang fisik, walaupun masih ada di sana-sini, tidak lagi menjadi ancaman yang benar-benar besar seperti ketika Baden-Powell hidup. Namun, masih banyak perang lainnya, perang yang bukan perang fisik.

”Saat ini kita semua dihadapkan dengan perang melawan kemiskinan, perang melawan penggunaan narkotika dan obat terlarang, perang melawan kriminalitas, sampai perang melawan ujaran kebencian dan kabar bohong, yang sampai saat ini masih terus terjadi di mana-mana. Bukan itu saja, saat ini dunia juga mengalami masalah besar dengan adanya pandemi Covid-19. Wabah penyakit yang banyak menghindari, hambatan dan kemalangan di mana-mana. Selain dari segi kesehatan, pandemi Covid-19 juga merusak kehidupan kita. Meskipun saat ini program vaksinasi Covid-19 sudah dimulai, tetapi peperangan melawan penyakit itu belum berakhir, ”papar Ka Kwarnas.

“Mari kita bantu mereka yang membutuhkan bantuan selama masa pandemi Covid-19. Tentu saja semampu kita, namun yang terpenting adalah niat untuk setiap hari peduli. Suatu hal yang juga menjadi warisan Baden-Powell bagi kita semua, yaitu para Pramuka di mana pun harus berusaha di dalam sehari untuk buletin, ”tandas Ka Kwarnas.

Acara peringatan Hari Baden Powell ke-164 tingkat nasional secara Luring di Aula Pusdiklatnas diikuti hanya oleh 30 orang, dan sebelum acara semuanya menjalani tes antigen Swab. Semua peserta yang hadir dinyatakan negatif Covid-19.

Selain Sekjend Kwarnas, turut hadir pimpinan Kwarnas, antara lain Waka Kwarnas / Ketua Komisi Organisasi dan Hukum Kak Dr. Chairul Huda, SH, MH, Waka Kwarnas / Ketua Komisi Kehumasan dan Informatika Kak Berthold DH Sinaulan, Waka Kwarnas / Ketua Komisi Pembinaan Anggota Muda Kak Supriyadi, Kepala Pusdiklatnas Kak Joko Mursitho, Kepala Pusinfonas Kak Guritno, serta sejumlah Andalan Nasional yakni Kak Adi Pamungkas, Kak Saul Saleky, Kak Triadi, Kak Rapin Mudiarjo, Kak Dedi Wibowo, para Pelatih Pusdiklatnas, serta staf Kwarnas dan Pusdiklatnas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Logo Arvegatu

ARVEGATU

JL VETERAN 37 MALANG

Hak Cipta © 1995 – 2021 oleh Arvegatu.com
magnifiercrosschevron-leftchevron-rightchevron-up-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram