Logo Arvegatu

Sarlita Zahra, Budidaya 954 Aloevera dan Pemanfaatannya

July 3, 2020
Arvegatu

Pangkalan gugusdepan SDN Pakis III Surabaya dikenal memiliki frase aloevera atau tanaman lidah buaya. Melihat potensi lidah buaya yang besar tetapi kurang bermanfaat dengan baik, maka salah satu anggota pramuka berusaha mengembangkan produk olahan dari aloevera.

Ialah Sarlita Zahra, pramuka penggalang ramu Gugusdepan Surabaya 21.019-21.020, yang memiliki proyek budidaya aloevera untuk sabun. Masa pandemi COVID-19 menjadi momentum bagi Sarlita untuk mengoptimalkan budidaya aloevera dan memanfaatkannya untuk sabun untuk mendukung gerakan mencuci tangan dengan udara mengalir dan sabun.

Berangkat dari membaca beberapa artikel tentang sabun berbahan aloevera, Sarlita memutuskan untuk mengolahnya menjadi sabun muka. “Untuk menggunakan aloevera selain diolah menjadi makanan dan minuman,” imbuhnya.

Pembuatan yang mudah dan memiliki banyak manfaat Kesehatan dan kecantikan merupakan alasan utama ia memilih pembuatan sabun aloevera. Selain itu, bahan khusus yang disediakan adalah salah satu yang disediakan khusus untuk Sarlita.

Sarlita dalam pemberitaan Metropolis - Jawa Pos pada 25 Maret 2020

“Dalam proses pembuatan sabun lidah buaya saya dibantu oleh orang tua saya. Sementara cara dan proses pembuatan di sekolah yang dibantu oleh pembina saya adalah Kak Fifitri, ”ujar anggota pramuka yang hobi membaca ini.

Pencapaian luar biasa berhasil diraih oleh Sarlita selama 3 bulan masa darurat pandemi COVID-19. “Saya sudah berhasil membuat 1725 batang sabun dan berhasil budidaya 954 tanaman lidah buaya,” ujar pemilik cita-cita menjadi dokter ini.

Sarlita Zahra membagikan tanaman aloevera di puskesmas dan koramil sekitarnya. “Masing-masing 25 tanaman. Sementara tanaman yang dibudidayakan telah berhasil melampaui target awal yaitu 600 tanaman aloevera, ”tutur pramuka kelahiran Surabaya, 3 Desember 2009. Tanaman yang dibagikan paling banyak di kampung adopsi, yaitu sebanyak 100 tanaman.

Sarlita dalam pemberitaan Metropolis - Jawa Pos pada 25 Maret 2020

Pengembangan proyek Lingkungan Sarlita tidak mendukung pembuatan sabun tetapi juga memproduksi olahan lain dari bahasa buaya. “Selain sabun saya juga memproduksi berbagai jenis olahan. Meskipun merespons tidak sebanyak sabun. Untuk variasi saja, ”terang Sarlita.

Selain sabun, Sarlita juga membuat pembersih tangan, sirup, stik, puding, dan pestisida. “Dan yang terbaru, saya memproduksi permen aloevera,” kata siswi SDN Pakis III yang tinggal di Jalan Pakis Sidorejo I Surabaya ini.

Selain fokus terhadap pengembangan proyeknya, Sarlita ikut keluarga juga berusaha merealisasikan keluarga minim sampah. Sarlita menuturkan perubahan 31 jenis kegiatan Lingkungan yang dilakukan di rumah bersama orang tuanya selama masa darurat COVID-19.

Sarlita budidaya tanaman aloevera di Perumahan

“Hampir semua poin keluarga nol sudah saya lakukan. Mulai dari belanja menggunakan kantong plastik, buat biopori, kumpul jelantah, pemilahan sampah rumah tangga hingga sosialisasi tentang keluarga zero waste, ”ujar putri pasangan Era Hari Mudji dan Erna Triningsih ini.

Penulis: Mochamad Zamroni

Hak Cipta oleh Arvegatu.com
Top th-largearrow-circle-o-downarrow-circle-right