Logo Arvegatu

Pramuka Kota Semarang Berkebun

July 16, 2020
Arvegatu

Sudah berapa bulan di rumah? Ya, harus begitu, agar virus lekas terputus menyebarkannya. Jika tidak terlalu penting, jangan keluar rumah.

Banyak yang bisa dilakukan di rumah. Harap kita harus patuh kepada orang tua dan protokol kesehatan. Apalagi masa pandemi membuat ekonomi banyak keluarga kacau. Lalu apa yang harus dilakukan Pramuka di masa sulit seperti sekarang?

Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah berkebun. Contohnya Pramuka Kwarcab Kota Semarang, Jawa Tengah. Di masa pandemi ini Pramuka Kota Semarang menjalankan program Ketahanan Pangan, dimotori oleh Saka Tarunabumi lokal.

“Dinas Pertanian di sini membantu tanaman yang diserahkan pada program Kwarcab dalam program lumbung pangan,” kata Sekretaris Kwarcab Kota Semarang, Kak Mohammad Annur Iskandar.

“Yang ditanam antara lain terong, tomat, cabe, dan sebagainya. Karena dalam keseharian jenis itu banyak dibutuhkan. Juga ada beberapa jenis TOGA (Tanaman Obat Keluarga-red), antara lain pohon Kelor, Asem Jawa, dan Katuk ”

Kantor Sekretariat Kwarcab Kota Semarang memiliki lahan kosong. Sekitar 500 m2 dan 300 m2 diubah jadi kebun. Di sana ada 25 pohon terong, 25 pohon tomat dan lain-ain. Ada juga hewan peliharaan seperti kelinci, itik, angsa dan ikan lele.

Yang terlibat dari Saka Tarunabumi Kota Semarang hanya 5 orang, dibantu 3 orang dari DKC Kota Semarang. Aktivitas mereka tentu dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Apakah sebelum berkebun ada pelatihan? “Untuk pelatihan tidak ada. Kami langsung bertanam sambil belajar. Karena yang didapat itu tanaman sudah berumur pindah tanam, bukan bibit. Jadi selama proses sampai panen ini bisa diselesaikan sambil melakukan. Kami juga dibimbing PPL dari Dinas Pertanian langsung yang diundang setiap minggunya, ”kata Ketua Saka Tarunabumi Kwarcab Kota Semarang, Kak Nanang Ali Mahmudin.

Berkebun bukan hanya menanam pohon yang sudah selesai. Tapi ada proses penyiraman, pemupukan, dan lainnya. Untuk itu dibuatkan jadwal piket, misalnya untuk penyiraman setiap sore 1 anggota dari Saka Tarunabumi dan DKC.

Kemudian setiap 2 minggu sekali setiap jadwal menyiangi gulma-gulma. Karena ada pohon tomat, mereka membuat sesuatu agar pohon tomat tumbuh dengan baik, dan buahnya membutuhkan. Dengan kerja tim yang kompak hasil bagus.

“Setelah berjalan 56 hari sejak pertama kali ditanam, sudah 1 kali panen terong dan tomat. Tampak kurang lebih 2 kg dari 2 jenis tanaman tadi. Lalu diserahkan ke Kwarcab, ”kata Kak Nanang.

“Saya lihat mereka senang. Sebenarnya banyak yang mau ikut tapi kan karena pandemi ini. Mereka yang puas bisa belajar dan belajar sekalian. Itu juga bisa tularkan ke temennya atau mencoba di rumah untuk pengembangan pribadi, ”lanjut Kak Nanang.

Kegiatan ini, menurut Kak Annur, akan terus dilakukan selain jadi lumbung, kedepan diharapkan bisa menjadi tempat latihan untuk adik-adik Saka Tarunabumi juga sebagai tempat aplikasi ilmu buat mereka.

“Diharapkan menjadi kebun percontohan bagi adik-adik Pramuka yang ingin belajar Pertanian,” jelas Sekretaris Kwarcab Kota Semarang.

Sementara itu, menurut Kak Yan Ariana, Penyuluh Pertanian dari Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, pihaknya hanya mendampingi.

“Saya sebagai pendamping sebagai teman belajar, bukan menggurui. Saya lihat peserta itu, semangat belajar tinggi. Itu bisa dilihat dari setiap masalah di tanaman. Seperti hama penyakit, cara dan dosis pemupukan. Saya melihat peserta sudah bisa pembibitan sendiri karena rata-rata sudah pernah menanam sebelumnya di rumah. Mereka sudah bisa bermain hidroponik sederhana (sistem wick) ”

“Setiap ada masalah hama penyakit selalu konsultasi. Setiap ada kegiatan teman-teman selalu memberi kabar, begitu pun kompilasi mau panen, ”ujar Kak Yan.

Penulis: Kak Fitri
Foto: Dok. Kwarcab Kota Semarang

Facebook
Indonesia
Surel
Ada apa

Hak Cipta oleh Arvegatu.com
Top th-largearrow-circle-o-downarrow-circle-right