Logo Arvegatu

Pertiwi Eka Putri Handayani, Pejuang 1000 Tanaman Kelor

June 19, 2020
Arvegatu

Masa belajar di rumah selama darurat COVID-19 digunakan untuk terus aktif dan dikembangkan oleh anggota pramuka yang satu ini. Karyanya pun bisa diterima oleh masyarakat Surabaya luas. Pertiwi Eka Putri Handayani, namanya.

Dia anggota pramuka Gugusdepan 13.032 pangkalan SDN Tanah Kalikedinding I Surabaya. Karya yang dilakukan oleh Pertiwi adalah pembibitan tanaman kelor. Jumlah tanamannya tidak tanggung-tanggung, yaitu 1000 tanaman.

Koran Jawa Pos beberapa kali mengulas pembibitan tanaman kelor yang dilakukan oleh Pertiwi. 1000 tanaman kelor hasil pembibitan yang dilakukan oleh Pertiwi itu dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

“Saya memberikan tanaman kelor hasil pembibitan yang saya lakukan di rumah. Saya berikan gratis untuk pindah, ”kata Pertiwi, yang diminta wakil pemimpin salah satu regu di Gugusdepan 13.032 ini. Dia hanya meminta tanaman kelor yang diberikan itu diverifikasi dan dimanfaatkan.

Pertiwi juga meminta kepada para penerima bantuan tanaman kelor untuk menginfokan perkembangan tanamnnya. “Saya juga meminta izin sewaktu-waktu diijinkan untuk mengecek tanaman itu sewaktu-waktu,” terang Pertiwi, yang juga menerima penghargaan Siswa Ramah Lingkungan (SD) Tahun 2019 dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini ini.

Selama sekitar 3 bulan masa darurat COVID-19 yang meminta di rumah saja, Pertiwi tidak pernah menerima ada satu hari pun terlewat tanpa melakukan aksi yang berkaitan dengan budidaya tanaman kelor.

“Minimal yang saya lakukan adalah menyiram dan merawat tanaman kelor yang saya budidaya di rumah,” terang putri kelahiran Surabaya, 14 Juli 2008 ini. Untuk melakukan aksinya ini, dia dibantu oleh kedua orang tuanya.

Pemanfaatan tanaman kelor untuk beragam olahan makanan dan minuman juga sering dilakukan oleh Pertiwi. “Saya biasa mengolah daun tanaman kelor untuk tongkat kelor, sempol kelor, sayur kelor, teh daun kelor dan minuman kesehatan lainnya,” terang Pertiwi.

Pemilihan proyek budidaya tanaman kelor ini dilakukan oleh Pertiwi bukan tanpa alasan. “Dari buku yang saya baca, tanaman kelor bisa menyembuhkan sekitar 1000 penyakit. Di dapat menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan mata, juga menurunkan risiko penyakit ginjal dan rematik, ”terang Pertiwi.

Pembibitan tanaman kelor yang mudah tergolong mudah dilakukan oleh Pertiwi. “Saya melakukan pembibitan 1000 tanaman kelor melalui semai biji dan stek dari indukan tanaman di rumah keluarga di Menganti,” terang Pertiwi Eka.

Untuk wadah penyemaian tanaman kelornya, Pertiwi memperoleh barang-barang bekas yang sengaja dia kumpulkan dari sekitar tempat tinggalnya.

“Saya menggunakan botol dan gelas plastik bekas mineral bekas dan kemasan deterjen atau softergen untuk pembibitan pembungkus tanaman kelor ini,” kata Pertiwi Eka Putri Handayani.

Selama budidaya 1000 tanaman kelor dalam 4 bulan terakhir, banyak pengalaman yang diperoleh oleh Pertiwi. “Saya jadi banyak kenal orang-orang baru dengan budidaya tanaman ini. Banyak orang yang mendoakan dan mendukung saya, ”tutur Pertiwi Eka Putri Handayani.

Namun, Pertiwi pernah juga mempertimbangkan penjualan yang menawarkan barang dagangan kompilasi untuk mencoba beberapa rumah orang. “Padahal aku tidak menjualnya. Saya memberi bantuan tanaman kelor gratis itu kepada mereka yang mau menanamnya di pekarangan rumah, ”katanya.

Dengan membagikan 1000 tanaman kelor hasil pembibitannya ini, Pertiwi berharap bisa berbagi dengan masyarakat tentang masa depan akibat pandemi COVID19 ini. “Tanaman kelor itu bisa mendukung ketahanan pangan dan kesehatan keluarga,” pungkas Pertiwi Eka Putri Handayani.

Penulis: Mochamad Zamroni

Hak Cipta oleh Arvegatu.com
Top th-largearrow-circle-o-downarrow-circle-right