Logo Arvegatu

Pelaporan Kegiatan Kemanusiaan Perlu Teratur dan Terarah

July 30, 2020
Arvegatu

Coba bahas jika ada yang bertanya seperti "Apa itu Pramuka?", "Apakah Pramuka masih ada?", Lantas ada juga yang mengomentari "Tidak pernah terlihat kiprah Pramuka", "Pramuka kegiatannya cuma tepuk-tepuk tangan, coba, dan baris-berbaris saja ”. Ini adalah sebagian besar di kalangan masyarakat kita.

Sementara bagi mereka yang aktif di Gerakan Pramuka, dapat segera tahu bahwa banyak kegiatan lainnya. Saat pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, para Pramuka tetap berkiprah. Ada yang mendidik adik-adik Siaga cara mencuci tangan yang benar-benar sabun, ada yang mencuci topeng dan membagikannya kepada orang lain, ada yang membuat persiapan pencuci tangan, hingga ikut serta melakukan penyemprotan desinfektan.

Tapi kenapa kurang dipahami masyarakat? Salah satu pertanyaan, karena menolak laporan tentang Kegiatan-pramuka itu. Disetujui, tidak ada yang dapat dibatalkan. Di sinilah pentingnya sistem laporan yang benar. Demikian antara lain dikemukakan Wakil Ketua / Ketua Komisi Kehumasan dan Informatika Kwartir Gerakan Nasional Pramuka, Kak Berthold Sinaulan, kompilasi menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Peningkatan Peran Serta Relawan Pramuka Peduli dalam Penanganan Covid-19 melalui Pemanfaatan Sistem Pelaporan pada bit.ly/BersatuLawanCovid19 ,

Bimbingan teknis yang dilaksanakan melalui aplikasi Zoom pada Selasa, 28 Juli 2020 itu diikuti sekitar 70 peserta dari seluruh Kwartir Daerah di Indonesia dan dibuka oleh Wakil Ketua / Ketua Komisi Kerjasama Luar Negeri, Kak Ahmad Rusdi.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Kwartir Gerakan Nasional Pramuka yang digagas oleh Komisi Pengabdian Masyarakat dengan UN OCHA (Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan) atau Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB.

Seperti yang disampaikan Kak Saul Saleky yang mewakili Wakil Ketua / Ketua Komisi Pengabdian Masyarakat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kak GKR Mangkubumi, salah satu yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka adalah program Pramuka Peduli, sebagai bentuk bakti pramuka bagi masyarakat, tentara, dan negara. bidang kejahatan (kemanusiaan), penanggulangan bencana, dan pelestarian lingkungan hidup sejak tahun 1998.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka melalui Komisi Pengabdian Masyarakat juga telah menerbitkan dokumen Revitalisasi Pengabdian Masyarakat Gerakan Pramuka, yang ditujukan pada pemutakhiran Program Pramuka Peduli, Pengembangan Kampung Pramuka, dan Peningkatan Peran Pramuka dalam Kehidupan Bermasyarakat.

Terkait dengan itu, Kak Berthold mengemukakan tentang laporan penting agar kita bisa mendukung usaha kita sesuai dengan laporan yang ada. Kak Berthold mencontohkan, misalnya di Gugusdepan tanpa laporan jumlah anggota dalam Pasukan Penggalang, akan menyulitkan untuk membuat kegiatan yang sesuai dengan jumlah sebenarnya. Contoh sederhana, mau pulang ke tempat lain juga bingung harus memilih kendaraan apa yang sesuai dengan jumlah anggota. Contoh lain, dengan data laporan yang tepat, jika kita ingin memberi bantuan misalnya untuk korban bencana banjir, jumlah bantuannya dapat tepat, tidak suka dan tidak berlebihan.

Hal senada disampaikan pula naeasumber lainnya, Kak Titi Moektijasih dari UN OCHA. Menurutnya, dengan laporan yang tepat, kita dapat melakukan evaluasi dan perencanaan untuk langkah selanjutnya yang lebih baik. Kak Titi juga menyebutkan para Pramuka merupakan potensi yang bermanfaat untuk membantu masalah-masalah yang ada di Indonesia. Sementara pihaknya harus bekerja sama dengan Badan SAR Nasional, agar dapat meningkatkan kemampuan para Pramuka dalam tugas pencarian dan pertolongan.

Sementara itu, Kak Rifkianto Aribowo menjelaskan tentang cara menyusun laporan melalui platform gratis yang disediakan UN OCHA. Suatu hal yang mengundang baik para peserta bimbingan teknis kali ini. Kegiatan pelaporan yang dilakukan para Pramuka perlu dilakukan dengan teratur dan terarah. Selain berbagai tindakan yang telah dilakukan dapat didata dengan baik, juga agar laporan yang dapat bahan untuk melakukan evaluasi dan tindak lanjut kegiatan berikutnya.

Facebook
Indonesia
Surel
Ada apa

Hak Cipta oleh Arvegatu.com
Top th-largearrow-circle-o-downarrow-circle-right