Logo Arvegatu

Menpora: Pramuka Agar Berperan dalam Kepemimpinan Rumah Tangga

July 31, 2020
Arvegatu

Dialog Pendidikan Kepemimpinan di Rumah Tangga untuk anggota Gerakan Pramuka, melalui aplikasi Zoom meeting pada Senin pagi, 27 Juli 2020.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Kak Zainuddin Amali berharap agar para Pramuka dapat ikut berpartisipasi dalam mengembangkan kepemimpinan. Dihidupkan dari rumah tangga masing-masing, kemudian baru selanjutnya. Dalam perdebatan dengan itu, Menpora berharap agar generasi muda termasuk para Pramuka, dapat mempertimbangkan pentingnya memulihkan kesehatan.

Dialog Pendidikan Kepemimpinan Rumah Tangga untuk Anggota Gerakan Pramuka, melalui aplikasi Zoom meeting pada Senin pagi, 27 Juli 2020. Kegiatan ini memberikan kontribusi narasumber yang berkualitas, seperti Kepala BKKBN, Kak Hasto Wardoyo, dan para ahli lainnya.

Kak Zainuddin Amali juga memberikan respons positif terhadap Gerakan Pramuka yang ada di tengah pandemi Covid-19 tetap beraktivitas, bahkan membantu upaya-upaya perbaikan pemberantasan wabah penyakit tersebut. Secara khusus Menpora mengatakan bahwa Gerakan Pramuka sebagai pendidikan karakter untuk kaum muda sangat berbeda dengan Program Prioritas Kemenpora 2020-2024.

Ada 5 program prioritas, dan prioritas ketiga adalah penguatan ideologi Pancasila dan karakter serta budaya bangsa di kalangan pemuda.
Sementara itu, Ketua Kwartir Gerakan Nasional Pramuka, Kak Budi Waseso, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Ketua Kwartir Nasional / Ketua Komisi Kehumasan dan Informatika, Kak Berthold Sinaulan, menyambut baik pelaksanaan dialog kali ini.

Wakil Ketua Kwartir Nasional / Ketua Komisi Kehumasan dan Informatika, Kak Berthold Sinaulan

“Gerakan Pramuka menyambut gembira prakarsa penyelenggaraan acara ini, yang dilaksanakan pada hari Pramuka ke-59 pada 14 Agustus 2020 mendatang. Kami telah menetapkan satu tema besar untuk berbagai kegiatan pada tahun ini, termasuk tema untuk Hari Pramuka ke-59. Tema tersebut adalah Peran Gerakan Pramuka Ikut Membantu dalam Penanggulangan Bencana Covid-19 dan Bela Negara, ”kata Kak Budi Waseso.

Ketua Kwarnas menambahkan, tema-tema penting terkait dengan apa yang kita bahas dalam dialog kali ini. Pendidikan kepemimpinan pemuda dalam rumah tangga, khusus meningkatkan kesehatan pemuda, merupakan bagan penting dalam bela negara.

“Mungkin ada yang bertanya apa yang harus dilakukan perbaikan kesehatan dengan bela negara? Pertama, perlu diperhatikan orang yang sehat dan sejahtera merupakan tidak penting bagi kuatnya suatu negara. Kedua, dengan kesehatan reproduksi yang baik, ditambah dengan pengenalan tentang keluarga berencana, akan membantu kaum muda termasuk pemudi, untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Dalam diskusi, masa depan yang lebih baik bagi setiap warga negara akan membantu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi bangsa dan negara kita, ”jelas Kak Budi Waseso.

Ditambahkannya pula, kesehatan reproduksi adalah bagian dari kesehatan fisik yang lengkap. Dalam situasi saat ini di mana pandemi Covid-19 masih belum dapat berkomunikasi, kesehatan fisik dan juga jiwa siapa pun yang penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam menghadapi virus corona. Manusia-manusia Indonesia yang sehat, termasuk para pemudanya, akan mampu mengatasi pandemi Covid-19, dan itu pun merupakan bagian dari negara bela diri yang dilaksanakan para Pramuka.
Pada bagian lain sambutannya, Kak Budi Waseso mengatakan bahwa di lingkungan Gerakan Pramuka sejak lama telah ada Satuan Karya Pramuka Keluarga Berencana yang disingkat Saka Kencana, yaitu salah satu Satuan Karya Pramuka yang merupakan wadah kegiatan dan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan praktis dan praktis masyarakat, dalam bidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan.

Di sini, para Pramuka - khusus Penegak dan Pandega - diberikan pengetahuan dan keterampilan tentang kesehatan reproduksi. Berhubungan pergaulan yang sehat, tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah, dan menikah setelah cukup umur, tidak menikah dalam usia yang terlalu muda.
"Saya berharap melalui diskusi ini, hal-hal ini dapat lebih diperdalam pembahasannya, agar para Pramuka memperoleh pengetahuan yang benar dari pihak yang memang berkompeten," tegasnya.

Dalam acara yang berlangsung dua hari, 27-28 Juli 2020, bertindak sebagai narasumber adalah Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), yang lalu CEO Paytren Aset Manajemen, Ayu Widuri, selanjutnya Reza Indragiri Amriel yang merupakan ahli psikologi forensik, Dr. H. Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, MARS (dokter dan seksolog), psikolog anak Maria Advianti, SP, dan Dr. Nurul Irfan, M.Ag yang merupakan ahli hukum perkawinan.

Facebook
Indonesia
Surel
Ada apa

Hak Cipta oleh Arvegatu.com
Top th-largearrow-circle-o-downarrow-circle-right