Logo Arvegatu

MELATIH DAN MEMBINA

June 18, 2020
Arvegatu

Kak Suyatno, Waka Binawasa Kwarnas 2018-2023

Apakah perbedaan melatih dan membina? Itu dua kata kerja yang pasti memunyai perbedaan. Perbedaannya ditandai oleh dua kata yang berbeda, yaitu latih dan bina. Latih makna terus-menerus hingga menjadi biasa. Bina berarti berkembang yang sudah lebih baik.

Melatih proses penting terus-menerus hal tertentu hingga menjadi kebiasaan dan pemahiran. Hasil dari pelatihan adalah kemahiran di bidang yang dibakar. Oleh karena itu, dalam kepramukaan, ada istilah pembina mahir, yang berarti sosok yang memunyai pembiasaan sampai mahir. Karena ini menggunakan kemahirannya untuk membina peserta didik.

Membina berarti proses mengembangkan potensi menjadi lebih baik dengan kodrati dan alamiah. Materi yang disajikan dalam bungkus dibungkus dengan kemahiran tertentu agar terjadi peningkatan.

Jadi, melatih dan membina memunyai perbedaan makna dan tindakan. Melatih adalah tugas pelatih. Membina itu tugas pembina. Bukan berarti pelatih tidak boleh membina dan pembina Bukan berarti tidak bisa melatih. Pelatih melakukan tindakan jika ingin mengembangkan potensi peserta pelatihan. Pembina meminta tindakan melatih jika membiasakan peserta didik untuk kemahiran tertentu.

Tugas pembina pramuka adalah mengembangkan potensi peserta didik terdiri dari SKESOSIF. Proses pengembangannya menggunakan strategi, metode, teknik, dan media. Jadi, berkemah itu bukan media. Penjelajahan itu teknik kepramukaan dan bukan tujuan. Tujuan membina adalah agar SKESOSIF anak tumbuh dan berkembang dalam karakter muara, kebangsaan, dan kecakapan hidup.

Tugas pelatih itu membiasakan pembina agar mahir dan mahir menggunakan strategi, metode, teknik, dan media. Cara-cara praktis dibiasakan melalui pelatihan dan pertemuan antarpembina. Jadi, pelatih itu membiasakan agar seseorang menjadi mahir dan mahir membina.

Pelatih dalam pelatihan menggunakan basis andragogi, yaitu konsep pembelajaran untuk orang dewasa. Pembina menggunakan pedagogi dalam membina. Pelatih dan pembina adalah wujud simbiosis mutualis. Mutu pembina dari mutu pelatih. Oleh karena itu, sangat afdol jika pelatih pernah atau juga menjadi pembina. Dengan begitu, pelatih memunyai kejiwaan membina.

Gambar yang berada di tengah-tengah anak-anak. Dia harus penuh dengan kegembiraan, keakraban, dan menyatu dengan adik-adiknya. Begitu pula, pelatih harus tetap di tengah-tengah para pembina. Selamat melatih dan membina

Oleh Kak Suyatno
Waka Binawasa Kwarnas

Facebook
Indonesia
Surel
Ada apa

Hak Cipta oleh Arvegatu.com
Top th-largearrow-circle-o-downarrow-circle-right