Logo Arvegatu

Gaya Pramuka Online

June 30, 2020
Arvegatu

Oleh Kak T.H. Salengke (Gudep Pramuka 001-002 KBRI Kuala Lumpur)

Insan-insan kepanduan yang senantiasa setia dengan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka senantisa aktif, tidak ingin diam diam dan berpangku tangan dalam Pandemi Covid-19.

Tentu saja jarak sosial untuk insan Pramuka bukan perubahan yang dimaksudkan untuk bisa tetap karena di sana ada seribu satu cara untuk berbakti kepada masyarakat, agama, bangsa dan bangsa tercinta.

Hari ini, Sabtu (6/6/2020) siang para pengurus Gugus Depan Pramuka Luar Negeri bersinergi dengan Kwartir Nasional melalui silaturrahmi online. Sekitar 11 Gugusdepan Pramuka di dalam dan luar negeri seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Myanmar, Jepang, dan Arab Saudi yang mencakup lebih sedikit sebelas Gugusdepan.

Pertemuan ini atas Pertemuan Komisi Kerjasama Luar Negeri Kwartir Gerakan Nasional Pramuka. Hadir dalam pertemuan itu Kakek Laiyin Nento, Kak Brata, Kak Deden Syefrudin, dan Kak Henny Andreas.

(Dok. Gudep Pramuka 001-002 KBRI Kuala Lumpur)

Sinergitas positif dengan harapan dapat mempererat silaturrahmi dan juga mempelajari efektifitas pelaksanaan pendidikan karakter melalui wadah Gerakan Pramuka.

Tentu saja masukan dari pengalaman di berbagai negara menjadi bahan dalam pembahasan baru untuk menjadi solusi terbaik bagi kepanduan ikhlas berbakti dengan murni suci memberi, berkontribusi dalam segala hal untuk membangun bangsa dengan cara berwibawa dan bergaya.

Bersantai di alam maya dengan kode pakaian bebas rapih, Hanya pakai kacu, hasduk, atau Stangan Leher, merupakan agenda dahsyat karena dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua Komisi Kerjasama Luar Negeri Kwartir Nasional, Kak Ahmad Rusdi (Dubes LBPP RI untuk Kerajaan Thailand).

Sungguh perjumpaan yang menceriakan seakan-akan teringat dan terngiang pertemuan dengan teman-teman Pramuka dan kakak-kakak Pembina di seluruh Indonesia dalam perhelatan Jambore Nasional, Raimuna Nasional, atau Kegiatan Karang Pamitran.

Indonesia, seperti Kak Ahmad Rusdi, kak Prof. Musytari, Kak Brata, Kak Fachry Sulaiman, Kak Deden Syefrudin, dan Kak Laiyin Nento dan juga kakak-kakak penggiat Gudep yang memiliki semangat menancapkan Panji Tunas Kelapa di luar wilayah ibu pertiwi.

Tidak mudah bagi semua pembina menjalankan motor penggerak kepanduan, beragam tantangan tiada sepi sunyi menghampiri tanpa henti.

Para insan Pramuka dengan serius membahas berbagai tantangan yang selama ini membahas di luar negeri, seperti alotnya mendukung dari perwakilan RI di luar negeri untuk menjalankan kegiatan-kegiatan karena tidak ada penjajakan resmi dari Kwarnas, terbatasnya ruang gerak untuk latihan dengan fakta-fakta yang berkaitan dengan para peserta didik, susahnya perizinan dari pihak negara untuk mengadakan kegiatan seperti perkemahan dan lain-lain di dalam yang serba terbatas.

Beberapa hal penting lainnya juga turut memperbaiki perbincangan tentang kompetensi dan ketermpilan pembina perlu senantiasa ditingkatkan, dana pelimpahan dalam pelaksanaan kegiatan buakanlah halangan untuk meningkatkan, memperbaharui seragam dan kelengkapannya untuk memantapkan bantuan langsung ke peserta didik Pramuka, dan juga meminta Kawrnas untuk memilih dan memperbanyakkan Gudep di KBRI Den Haaq.

Ilmu yang segar kembali sedikit oleh Kak Brata bahwa Pramuka harus siap dan menjalin hubungan dengan pihak terkait dan berkepentingan. Kak Musytari menambahkan teladan dari Kak Ahmad Rusdi jangan sampai terputus dan harus terus menjadi panduan dalam belajar untuk meningkatkan kemahiran diri dan peserta didi dengan memanfaatkan berbagai sumber daya.

Sementara Kak Ahmad Rusdi menutup dengan mengulas tentang Pramuka bukan hanya Gerakan Kepanduan Nasional tetapi Pramuka merupakan Gerakan Kepanduan Internasional yang selalu berjuang mendidik karakter generasi muda dari masa ke masa, maka perlu dibela, diperbaiki, dan diperjuangkan.

Salam Pramuka!

KL: 06062020

Artikel ini sebelumnya sudah tayang di KOMPASIANA

https://www.kompasiana.com/thsalengke/5edba006097f362a8c386282/gaya-pramuka-online

Facebook
Indonesia
Surel
Ada apa

Hak Cipta oleh Arvegatu.com
Top th-largearrow-circle-o-downarrow-circle-right