Logo Arvegatu

Brigade Penolong Pramuka se-Jatim Bertekad Bantu Penanganan COVID-19

July 1, 2020
Arvegatu

Brigade Penolong 13 Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menyelenggarakan Rapat Koordinasi Ketua Brigade Penolong se Jawa Timur pada Minggu (28/6/2020). Rapat yang digelar menggunakan aplikasi zoom meetingini diikuti oleh 38 kwarcab se Jatim, dengan total peserta 140 orang. Tentu dengan persetujuan protokol kesehatan setiap peserta rapat.

Rapat ini dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Humas, Abdimas, Kemitraan dan Lingkungan Hidup Kwarda Jatim Kak Prof. Dr. Suyatno, M.Pd. Dalam sambutannya, Kak Suyatno menyampaikan bahwa para pimpinan brigade penolong kwartir cabang se-Jawa Timur perlu mendapat dukungan logistik.

“Jangan asyik di koordinasi saja. Segera keluar dan menolong. Lebih penting bagaimana aksi kita di luar. Kesolidan yang bagus akan mendapatkan hasil aksi yang bagus, ”kata Wakil Ketua Bidang Humas, Abdimas, Kemitraan dan Lingkungan Hidup Kwarda Jatim Kak Suyatno.

Kak Suyatno menjelaskan itu pandemi COVID-19 ini serial. “Kapan waktu selesainya? Kita bersama belum dapat mengerti. Namun yang pasti bisa kita cegah penularan dan penyebarannya melalui protokol kesehatan, ”jelas Kak Suyatno.

Kak Suyatno juga menerapkan transisi dengan COVID-19 mentransformasikan algoritma. “Dapat diatasi dengan ketenangan jiwa, kekuatan batin dan dapat melakukan pertolongan dengan baik,” tegas Kak Prof. Dr. Suyatno, M.Pd. Pramuka juga dan masyarakat juga tidak bisa panik dan tidak meremehkan.

Banyak yang perlu dikirim oleh pramuka Jawa Timur melalui brigade penolong setiap kwarcab. “Dimensi tidak hanya pencerahan protokol kesehatan, ekonomi, sosial, dan dimensi pendidikan. Jangan sampai anggota pramuka tertular, ”imbuh Kak Suyatno dalam sambutannya.

Kak Suyatno juga mengaku sebagai brigade penolong pramuka setiap kwarcab se-Jawa Timur juga perlu merumuskan protokol kesehatan kegiatan kepramukaan. “Bagaimana penjagaan kesehatan, kegiatan kemananan, sehingga kegiatan pramuka dapat terlaksana dengan baik,” pesan Kak Suyatno.

Kwarda Jawa Timur melalui Brigade Penolong 13 juga akan terus mengupayakan bantuan kepada kwartir cabang. “Sampai Juni 2020 sudah 2 jam bantuan dana diberikan kepada kwartir cabang,” tutur Kak Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.

Brigade penolong kwartir cabang juga dihimbau membuat papan nama dan poster kegiatan yang pernah dilakukan. “Sebarkan ke teman yang lain dan seluruh anggota brigade penolong se-Jawa Timur. Masa depan adalah jaringan komunikasi, informasi, dan komunikasi, ”ujar Kak Suyatno.

Kak Dian Harmuningsih, Ketua Brigade Penolong 13 Kwarda Jawa Timur, juga berperan sebagai Brigade Penolong 13 Kwarda Jatim dan pramuka peduli dalam masa baru normal. "Peran ini membahas eksternal organisasi Gerakan Pramuka lintas sektoral dan Gerakan Pramuka internal," kata Kak Dian Harmuningsih.

Sementara peran eksternal di tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di provinsi / kabupaten / kota / kecamatan dan desa / kelurahan lokal.

“Kita juga bisa menyiapkan media sebagai potensi pendukung dalam program pemerintah selama menangani pandemi COVID-19 dan transisi menuju kehidupan normal baru,” tutur Kak Dian. Mengembalikan dengan merealisasikan SPAB atau unit pendidikan aman bencana.

Moderator rapat koordinasi daring, yang juga Sekretaris Brigade Penolong 13 Kwarda Jatim Kak Achmat Maskurochman, menjelaskan tentang seluruh kwarcab yang sudah melakukan aksi untuk memperbaiki dan menangani COVID-19. “Lepaskan ini secara mandiri dari kwarcab atau ada juga yang ikut dengan agensi lain,” jelas Kak Rochman.

Selain pembahasan COVID-19, dibahas juga tentang organisasi brigade penolong pramuka di Jawa Timur. Ketua Brigade Penololong Kwarcab Kota Surabaya Kak Sholihin meminta persetujuan standarisasi administrasi untuk diterapkan di seluruh kwarcab se-Jatim. Usulan

Beberapa Kwarcab seperti Magetan, Blitar, Bondowoso, Trenggalek, Kota Malang, Situbondo, dan Kota Batu juga menyediakan standar terkait prosedur operasional keorganisasian, dan pelatihan instruktur brigade penolong.

Ketua Brigade Penolong Kwarcab Magetan Kak Erick menambahkan perlu dibuat standarisasi pelaksanaan Pendidikan Dasar Brigade Penolong. Direspon oleh Ketua Bidang Diklat Brigade Penolong 13 Kak Endang Sulistyowati bahwa Kwarda Jawa Timur sedang menyusun kurikulum tersebut.

Kak Yatno menutup rapat koordinasi dengan yang menyatakan COVID-19 harus setuju dengan hati-hati. “COVID-19 belum ada obatnya. Untuk meminimalisir resikonya, perlu dengan protokol kesehatan yang ketat untuk melindungi diri kita tetap sehat, ”tegas Kak Suyatno.

Brigade penolong pramuka di Jawa Timur saat melaksanakan pendidikan dalam bentuk apapun juga harus berkoordinasi dengan pusat pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) kwartirnya. “Kewenangan pelaksanaan diklat ada di pusdiklat kwartir,” pungkas Kak Suyatno.

Penulis: Achmat Maskurochman, Azelin

Penyunting: Mochamad Zamroni

Hak Cipta oleh Arvegatu.com
Top th-largearrow-circle-o-downarrow-circle-right