Logo Arvegatu

1 Agustus adalah Peringatan “Scout”, Bukan “Scarf”

September 3, 2020
Arvegatu

Di kalangan Pramuka / Pandu di seluruh dunia yang saat ini sekitar 54 juta orang, 1 Agustus juga merupakan hari yang penting dan diperingati secara khusus. Ada yang menamakan 1 Agustus sebagai “Scout Scarf Day” dan ada juga yang menamakan sebagai “World Scout Scarf Day”. Benarkah?

Entah siapa yang memulai, sebenarnya sebutan itu adalah sebutan yang salah kaprah. Seolah-olah yang diperingati adalah syal atau padanan katanya syal, yang dalam Bahasa Indonesia sering disebut “kacu”, “setangan leher”, atau “hasduk”. Padahal tidak demikian sebenarnya.

Tanggal 1 Agustus diperingati dengan mengacu pada peristiwa bersejarah pada 1 Agustus 1907. Pada saat itu, Baden-Powell yang diberi gelar “Lord” dan dijuluki “Bapak Pramuka / Pandu Sedunia”, memulai suatu perkemahan di Pulau Brownsea, dekat London, Inggris. Di sana, Baden-Powell atau sering disingkat B-P (Bipi) mengajak sekitar 20 anak dan remaja dari London, untuk berkemah dan berkegiatan di alam terbuka. Termasuk pada malam berkumpul bersama api unggun, sambil bernyanyi dan bercerita hal-hal menarik.

Inilah awal dari lahirnya gerakan kepramukaan sedunia atau gerakan kepanduan dunia. Dari perkemahan itu, B-P kemudian menyusun tulisan berseri dengan judul Scouting for Boys. Tulisan yang terdiri dari 6 seri yang terpisah, kemudian dijadikan dalam satu buku. Isinya adalah kisah-kisah dan panduan untuk hidup di alam terbuka, mengenal ciptaan Tuhan YME, dan berusaha menjadikan diri sehat baik jasmani maupun rohani.

Buku itu ternyata terapkan anak-anak dan remaja. Bermula di Inggris, buku itu kemudian menyebar ke seluruh dunia. Diterjemahkan pula ke dalam berbagai bahasa, termasuk dalam Bahasa Indonesia dengan judul “Memandu untuk Putera” dan kemudian diubah menjadi “Memandu untuk Pramuka”. Perubahan itu mengingat bahwa kepramukaan di Indonesia bukan hanya untuk putera, tetapi juga untuk puteri.

Kembali ke tanggal 1 Agustus. Maka yang diperingati adalah “Hari Pramuka Sedunia” (Hari Pramuka / Pandu Sedunia). Ini melengkapi tanggal 22 Februari yang diperingati sebagai Hari Baden-Powell, mengacu pada tanggal lahir B-P. Kalau 22 Februari untuk mengingat ketokohan pendirinya gerakan kepramukaan / kepanduan, maka 1 Agustus adalah untuk memperingati Hari Pramuka / Pandu Sedunia.

Lalu kenapa ada yang menuliskannya “Scout Scarf Day” atau “World Scout Scarf Day”? Jelas ini sebenarnya salah kaprah, hanya mengacu pada ciri khas seorang Pramuka / Pandu. Syal atau setangah leher memang ciri khas seragam seorang Pramuka / Pandu, tetapi intinya bukan itu. Peringatan 1 Agustus adalah peringatan tentang "Scout" bukan tentang "scarf".

Walau pun kacu / setangan leher adalah ciri seragam Pramuka / Pandu, namun keberadaan Pramuka / Pandu lebih dari dekat kacu / setangan leher. Seperti dulu sering dinyanyikan Kak Ram (Ramadhan), penyiar RRI yang juga pemusik dan seorang Pembina Pramuka: “…. bukan karena kacunya aku jadi pramuka,…. Bercita-cita tinggi, mengabdi Ibu Pertiwi, kesan, aku jadi Pramuka ”.

Penulis: Berthold DH Sinaulan (Waka Kwarnas / Ketua Komisi Humas dan Informatika 2018-2023)

Artikel ini pernah ditampilkan oleh penulis di Kompasiana.com dengan judul 1 Agustus, Peringatan “Scout” Bukan “Scarf”

https://www.kompasiana.com/bertysinaulan/5f24d8b5d541df281c61b762/1-agustus-peringatan-scout-bukan-scarf

Hak Cipta oleh Arvegatu.com
Top th-largearrow-circle-o-downarrow-circle-right